Life is Beautiful . . .

22 12 2008

Semalam mantap abis fren, habis nonton bola, lanjut nonton Superman versi lama yang menurutku penggarapan film ini ultra aduhai dahsyat untuk era jaman segitu, bisa detail sangat. Jam udah cukup larut, tapi mata belum bisa diajak merem.
Yaudah, mata tertuju pada tumpukan DVD didekat TV dengan judul “Life is Beautiful”
Hmm….film ini udah aku tonton beberapa kali, tapi semalam pengen nonton lagi, karena ini film emang bagus banget, inspiring…
Kalau belum ada yang nonton, begini neh ceritanya…
Film dengan judul “Life is Beautiful” disutradarai dan diperankan oleh Roberto Begnini, kebangsaan Itali. Film ini dimulai dengan kisah dimana Luigo diperankan oleh Roberto Begnini seorang pemuda yang ultra gembira, tidak pernah gundah gulana, apalagi manyun.
Alkisah, cerita dimulai pertemuan tanpa sengajanya dengan seorang dara cantik. Di masa yang lain, mereka dipertemukan kembali dengan pertemuan yang tanpa sengaja, mengejutkan, dan unik e.g. keduanya bertemu di ladang sawah, si Luigo nabrak di cewek, hingga ketika Luigo mencoba jadi guru tamu, ternyata si wanita tersebut adalah guru sekolah yang didatangi tersebut. Ah, seperti cerita roman, akhirnya merekapun naik ke pelaminan, dan mempunyai seorang anak mungil “Joshua”
Eits, bukan ini inti ceritanya. Cerita berlanjut, ketika perang dunia ke2 dimana keturunan Itali yang ada di Jerman diasingkan ke sebuah camp pengasingan, dimana Luigo dan istri beserta anaknya yang masih kecil tertangkap untuk dibawa ke penjara tersebut.
Dengan kondisi penjara yang minim, mereka dipisahkan. Again…
Luigo harus berdrama supaya selalu tampak riang, gembira meskipun dengan kondisi yang susah itu kepada anaknya, Joshua.
Ternyata kondisi di tahanan tersebut dikondisikan sebagai sebuah permainan, jika.. anaknya tidak keluar tahanan akan mendapat poin, jika anaknya mampu menahan lapar akan mendapat poin, jika anaknya tidak menangis akan mendapat tambahan poin, hingga akhirnya mencapai 1000poin maka akan mendapat hadiah mobil perang tank, seperti yang diidam2kan anak semata wayangnya itu. Haripun berlalu dan Luigo terus menjaga mood anaknya untuk tetap ceria, dengan permainan poin itu.
Perang terus bergulir, akhirnya tentara jerman kalah. Namun, di tahanan tersebut ada pembantaian massal malam harinya, semua tahanan dibunuh. Nhah, untuk itu si Luigo menyembunyikan anaknya dan berpesan “Ketika esok hari keadaan sudah tenang, baru boleh keluar, karena jika mampu bertahan akan mendapat tambahan poin dan akhirnya akan menjadi pemenang, kalau keluar sebelum pagi datang maka poinnya akan hangus”
Tibalah masa semua tahanan ditangkap dan dibunuh, hingga pagi hari camp tahanan tersebut sudah dibersihkan oleh tentara Inggris dari tentara Jerman, maka Joshua keluar dari persembunyiannya dan menemui tank Inggris muncul, Joshua bersorak “Hurray…papah…kita menang!! Dan akhirnya seperti janji papahnya, Joshua mendapati tank yang diidamkannya, meskipun Luigo sudah tiada, dan akhirnya Joshua dapat bertemu dengan mamahnya kembali.

Inti dari cerita ini: meskipun kita hidup dalam kesusahan, kita harus tetap gembira “Life is Beautiful”

Advertisements