Global warning…

16 09 2008

Isu Globar warning (istilah saya untuk mewanti-wanti dari dampak Globar Warming). Perlu diketahui temans bahwa plastik memakan waktu ultra aduhai lamanya, hingga ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil. Hehehe……

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin. Dan sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi- buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita sendiri?
Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya?Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi :

1. Matikan listrik.
(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN
menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic.
Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika
dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

Mari kita bergaya hidup sehat dan bantu untuk selamatkan bumi ini

Advertisements

Actions

Information

6 responses

16 09 2008
Ikkyu_san

Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). ==== setuju sekali. Karena di Indonesia itu pengaturan suhunya masih terlalu dingin kalau menurut saya. Di Jepang kalau musim panas harus 25 derajat tidak boleh kurang (utk perkantoran) Bahkan pada gerakan cool biz, kantor-kantor di stel 28 derajat (shg kadang udara luar lebih dingin daripada dalam gedung)
*EM*

Setuju banget!! bagaimana di Jepang dalam menanggapi isu global warning ini?mungkin bisa ditiru di Indonesia, sharing dong 🙂

17 09 2008
a3u5z1i

Simpel…
Tapi pasti banyak orang yang malas melakukannya…
Masalahnya di kemauan sih…
Itulah manusia^^

Itulah kelemahan kita mas, kita mencoba memulai ealah teman2 kita masih santai melanggar. Setidaknya mulai dari kita dulu. Oya, mr.”theordinarytrainer” ultah lhoh

17 09 2008
nh18

HHmmm …
Tumben tulisanmu ultra aduhai “lurus” Pho … ???

(hihihihi)

Tuh, kan…. katanya perhatian?? Kok baru tahu? Saya kan mempunyai sisi “lurus” dan “mbelok” hihihi.
Btw, Wooii penonton…… theordinarytrainer Ulang tahun!!!
Kite doain nyok….!!
penonton menjawab “anyok…..” Happy B’day Juragan….

18 09 2008
jeunglala

Makanya, Nepho…
Aku nggak jadi operasi plastik…
soalnya plastik berbahaya..
hihihii..

18 09 2008
Ikkyu_san

hmmm mau posting di tempatku ngga bisa, jadi tulis di sini aja ya (biar rame juga nih blognya)
Dalam banyak hal Jepang sdh menjalankan hemat energy cuman… ada masalah mendasar yang belum sama sekali. Mau dibahas satu2? hmm panjang yah…
No 1. Matikan listrik. Di sini kebanyakan kantor yang aware, akan memakai sensor di WC nya sehingga lampu nyala jika ada orang saja. Tidak ada orang… mati lampu. Demikian dgn eskalator, lift dll.

10 10 2008
Bermula dari air | Twilight Express

[…] yang dapat kita lakukan demi masa depan anak cucu kita kelak. Waktu membaca tulisan Nepho tentang Global warming, saya juga jadi berpikir apa sih yang Jepang sudah lakukan untuk penghematan energi? Rasanya masih […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: