3 kata omzet 1000%

25 08 2008

Hal ini aku amati di arena PRJ alias Jakarta Fair bulan lalu, dimana banyak booth-booth yang menjual aneka makanan, jajanan, barang kebutuhan, hingga barang yang ndak jelas fungsinya. Dari sekian banyak booth tersebut aku tertegun di salah satu booth makanan ringan merk baru yang nama dan bentuk kemasannya dimirip-miripin bahkan terlalu mirip untuk sekelas follower.

Makanan dikemas sedemikian rupa hingga, dibawa oleh beberapa SPG yang entah ambil darimana, karena jangan disamakan dengan SPG yang lain yang menawarkan sejuta keindahannya. (baca: tidak cantik abis !!)

Namun, yang menarik adalah kampanye dalam menawarkan produknya. Dengan tulisan besar terdiri dari 3 kata yang bertuliskan “HANYA HARI INI” dengan serta merta, SPG yang menurut saya ehm.. kurang ok untuk bisa menjaring konsumen, tapi pembeli bejibun abis !! pada ngantri !!

Banyak yang bilang “cuman hari ini pah, diborong ajah, besok harga udah kembali normal…”

Duh… ni orang pada ngapain !!! karena besok, lusa, dan hari-hari berikutnya aku datang ke booth itu tetap iklannya “HANYA HARI INI” Heheheh…….3 kata yang mampu meningkatkan omzet 1000%

Advertisements




donor tidur….

22 08 2008

Untuk menyambut HUT kantor kami, ada beberapa kegiatan yang sangat menggugah antusias dari pawa karyawannya. Ada lomba nyanyi, olahraga, dan kegiatan sosial lain seperti donor darah.

Cerita bermula ketika pada hari itu ada kegiatan donor darah, dimana semua orang yang diminta partisipasinya untuk menyumbangkan darah (hayo…siapa yang ndak pernah donor darah???)

Aku dan beberapa temanku berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri, mendonorkan darah kami. Akhirnya aku masuk antrian untuk diperiksa darahnya.

Selang beberapa waktu kami dipanggil untuk masuk ke ruangan eksekusi dimana darah kami mulai disedot melalui jarum suntik yang ultra besar, Hi…..

Aku berbaring sebelahan dengan temanku, panggil saja namanya Jesse dengan badan yang segede karung beras. Cukup selang beberapa waktu kami tidur untuk disedot darahnya, akhirnya penuh juga kantong berisi darah segar kami.

Selepas itu aku bangun dan berdiri untuk jalan ke ruangan sebelah, mendapat ganjaran snack, heheh….

Tapi ketika aku menoleh kebelakang, aku temukan temanku Jesse terbangun, malah TIDUR tu orang!!! Huh, dasar tuh anak…kesempatan tidur!! hehehe





17/08 yang dahsyat . . .

19 08 2008

Hari minggu pagi, masih lengket mata ini selepas tirakatan tujuh belasan semalam,

Adikku yang masih duduk di SMP dengan seragam lengkap merengek-rengek minta diantar ke sekolah untuk upacara bendera. Akhirnya aku antar, namun ada yang berbeda dari hari-hari biasa.

Jika biasanya selepas aku mengantarnya aku pulang, namun hari itu aku dengan baju seadanya menunggu dengan sabar dibalik pagar dimana adikku upacara.

Jujur, bergetar hatiku !!! ketika bendera dikibarkan diikuti dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya oleh semua peserta upacara, sontak aku ikut berdiri tegap dan mengangkat tanganku, hormat!!! kepada SANG SAKA MERAH PUTIH.

 

Meskipun….

Kalau dulu mulai dari TK, SD, hingga bangku SMA kita tiap senin selalu melaksanakan upacara bendera,  namun Ritual upacara tersebut tiba-tiba serasa hilang ketika kita menginjak kuliah.

Dan kita sudah tertatih-tatih untuk melantunkan dengan tegas bin lantang lagu-lagu kebangsaan kita, atau bahkan sudah lupa dengan sederetan nama-nama Pahlawan yang sempat pernah mejadi hafalan kita dahulu bukan?

Tidak usah larut dengan kealpaan kita, mari rekan kita pertahankan dan kita tingkatkan kekuatan bangsa kita, mulai dari diri kita sendiri. Kita isi dengan perbuatan positif yang bermanfaat bagi semua orang.

 

Merdeka !!!  Sekali lagi…. Merdeka !!!





Bos baru …

15 08 2008

Kejadian ini bermula ketika aku dipindah dari kantor lamaku ke kantor baru di Jakarta, tapi masih satu perusahaan. Aku belum pernah bertemu bos baruku, aku hanya menerima PA (Personal Action) istilah di perusahaanku semacam surat tugas, dimana yang bertandatangan sebagai bos baruku bernama “Andi Darussalam”. Duh!! Dalam hatiku, bos cowok lagi. Tapi yaudah gakpapa, yang penting belajar ilmu baru, semangat baru.

Akhirnya sampai juga aku di kantor baru, lalu aku tanya ke resepsionis yang ultra aduhai cantik jelita, dengan genitnya aku bertanya “Mbak, yang manis…. Bisa bertemu Pak Andi?” kontan dia tersipu malu “Pak Andi?? ng…. saya juga baru disini Mas, silahkan duduk sebentar” (sambil menyibak rambutnya yang digerai dengan indahnya).ach…..

Selang hampir 1 jam, aku dipanggil untuk kemudian dipersilahkan masuk, duduk di kursi salah seorang manager. Lalu, seorang wanita menghampiriku, berjabat tangan, mengenalkan dirinya “Hi, selamat datang Nevo, saya Sisi” lalu duduk didepanku-dibalik meja tersebut.

Dia menanyakan kabarku, bagaimana perjalanan ke Jakarta, bla…bla…. Hingga tak terasa 15 menit berlalu, aku baru tersadar bahwa aku ada janji dengan Pak Andi jam 09.00, padahal ini udah jam 09.10 !!! wahduh, bisa kena marah nih (dalam hatiku)

Lalu aku bertanya kepada lawan bicaraku tersebut “Bu, permisi saya ada janji ketemu dengan Pak Andi” dimana saya bisa menemuinya ya?

Dengan kontan dia tertawa terpingkal-pingkal . . . “Maksud kamu Andi Darussalam??, oalah Mas…ya itu saya sendiri, nama saya Andi Asiah Darussalam, biasa dipanggil Bu Sisi”

Wahduh….malunya ndak ketulungan, merah padam mukaku saat itu, dan dalam hatiku “Dasar, putra daerah!! Malu-maluin aja”





Blog pertamaku…

14 08 2008

Duh, senangnya….

Akhirnya impian dari dulu untuk bisa mempunyai blog akhirnya kesampaian juga. Berkat dukungan dan trigger dari guru saya ini, akhirnya aku menulis di blog pribadiku. Karena memang aku senang menulis, tapi ndak pernah dipublish.

Aku berharap dengan media ini, aku bisa dapat lebih berekspresi, sharing pengalaman, sharing artikel, dapat lebih banyak teman dan berbagi pengalaman pula cerita hidup sehingga dapat berguna bagi kita semua.

Bersulang!!!





tips memilih kamera pocket

13 08 2008

Tips-tips pemilihan kamera digital Non-SLR:

01. Dengan sebegitu banyaknya tipe dan ragam kamera digital Non-SLR, pelajarilah dengan cermat apa yang menjadi kebutuhan Anda. Apakah material fisik kamera dari logam? Apakah rentang lensa yang panjang? Apakah layar LCD yang besar? Dan lain sebagainya.

02. Ada merek yang “terkenal” dan “kurang terkenal”. Sekitar 2-3 tahun yang lalu, perbedaan harga diantara mereka cukup jauh. Namun kini merk yang “terkenal” pun sanggup memproduksi varian termurah yang harganya nyaris tidak berbeda dengan merek yang “kurang terkenal”. Maka, pilihan ada di tangan Anda.

03. Jangan terkecoh dengan berbagai penawaran paket dari toko atau bentuk yang sekedar cantik saja. Pelajarilah dengan seksama berbagai fasilitas dan kualitas foto kamera yang bersangkutan. Toko yang baik adalah toko yang memperbolehkan calon pembelinya mencoba-coba berbagai tipe terlebih dahulu.

04. Kapasitas resolusi (megapixel) tidaklah berpengaruh terhadap hasil foto! Adalah sebuah kesalahan besar jika Anda menganggap kamera saku 12 megapixel lebih bagus daripada yang 6 megapixel. Oleh sebab itu, janganlah terkecoh dengan kapasitas resolusi.





tips memilih DSLR

13 08 2008

Tips-tips pemilihan kamera SLR digital:

01. Anggaran. Jangan memperhitungkan anggaran belanja hanya berdasarkan unit kamera saja. Perhitungkan pula pembelian lensa tambahan, lampu kilat, dan aksesoris lainnya.

02. Bidang pemotretan yang Anda lakukan. Apakah komersial atau amatir? Kalaupun komersial, pelajarilah secara spesifik, apa yang paling dibutuhkan pekerjaan tersebut dari sebuah kamera digital. Apakah resolusi penting? Apakah ketahanan terhadap elemen alam penting? Dan lain sebagainya.

03. Kebutuhan akan fasilitas fotografi, apakah bersifat umum atau spesifik. Bila yang Anda butuhkan hanyalah PASM dan satu titik fokus di tengah saja, maka kamera SLR digital seri pemula atau amatir serius pun sudah sangat memadai. Namun bila Anda membutuhkan kemampuan autofokus yang tinggi, fasilitas yang spesifik, kemampuan yang unik, atau kompatibilitas pada lensa tertentu, maka kamera SLR digital seri semi-pro atau seri pro sudah harus menjadi pilihan Anda.

04. Aspek ego dan gengsi Anda. Tentu saja tidak dosa untuk memiliki kamera terbaik demi ego atau gengsi, sejauh Anda memang tidak “memaksakan” diri Anda untuk membelinya. Apalagi bila itu diimbangi dengan hasil foto yang membanggakan. Tentu saja itu akan lebih mengangkat “derajat” fotografi Anda. Namun berbeda halnya jika menghadapi klien yang sebenarnya tidak tahu apapun tentang fotografi namun bersikap “sok tahu”, seringkali membuat para fotografer “terpaksa” harus membeli kamera SLR digital seri profesional dengan tongkrongan yang gagah, betapapun sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.